Saat berada dalam kondisi sedang mengandung, maka tubuh sang ibu mengalami cukup banyak perubahan. Salah satunya yaitu detak jantung yang akan lebih cepat dari kondisi biasanya. Jantung berdebar saat hamil masih dianggap sebagai kondisi yang normal dan tidak membahayakan bagi ibu dan janin.

Umumnya jantung berdebar saat hamil ini akan bisa hilang dengan sendirinya setelah ibu melahirkan. Tubuh juga akan kembali ke kondisi seperti sebelum hamil. Dengan catatan jantung berdebar tidak disertai dengan gejala yang parah dan bukan akibat dari kondisi yang serius. Maka dokter kemungkinan tak akan merekomendasikan menjalani pengobatan apapun.

3 Penyebab Jantung Berdebar Saat Hamil dan Mengatasinya

3 Penyebab Jantung Berdebar Saat Hamil

Terkadang Ibu akan merasa cemas bila jantung berdebar saat hamil. Apakah hal tersebut bisa mempengaruhi kesehatan janin atau kesehatan Ibu sampai saat proses persalinan. Para Ibu hamil tidak mengetahui apa yang menjadi peyebab jantung berdebar-debar. Untuk menambah pengetahuan tentang hal itu, di bawah ini dijelaskan beberapa yang menjadi penyebab jantung berdebar saat  hamil.

1. Kekurangan volume darah

Kondisi ini dapat menjadi salah satu penyebab anemia yang diakibatkan adanya mekanisme perdarahan. bila Ibu hamil yang mengalami perdarahan yang menyebabkan terjadinya perdarahan dengan jumlah tertentu, menyebabkan jantung meningkatkan kerjanya. Saat volume darah kurang, maka kebutuhan sel akan oksigen dan nutrisi tidak bisa dipenuhi. Sebab kekurangan darah menyebabkan pengangkutan nutrisi dan oksigen juga berkurang, disisi lain kebutuhan sel juga harus tetap terpenuhi.

Sehingga untuk mengantisipasi terjadinya kekurangan volume darah, maka jantung perlu melakukan kerja lebih kuat dan lebih berat supaya peredaran darah atau sirkulasi dapat berjalan cepat untuk mengedarkan dan memenuhi kebutuhan sel. Oleh karena itu jantung akan berusaha memompa dengan cepat. Akibatnya Ibu hamil dapat merasakan jantung berdebar-debar akibat usaha dari kompensasi tubuh.

2. Kedinginan

Dalam tubuh kita memiliki pertahanan yang bisa beradaptasi dengan kondisi di sekitarnya. Hal ini seperti mekanisme pertahanan dalam tubuh berupa suhu tubuh yang menyesuaikan dengan kondisi lingkungan. Keadaan lingkungan sekitar yang memiliki suhu dingin, membuat tubuh berusaha agar mengurangi pelepasan panas dari tubuh ke udara sekitar lingkungan. Sebab udara yang dingin, dapat membuat panas tubuh akan cepat menghilang. Dan akhirnya suhu tubuh pun akan ikut turun.

3. Progesteron

Hormon progesteron pada Ibu hamil memiliki salah satu mekanisme yang mempengaruhi jantung. Pada Ibu hamil, kadar hormon tubuh akan berbeda dibanding Ibu yang sedang tidak hamil. Hormon progesteron memiliki efek terhadap jantung membuatnya bekerja dengan cepat serta menghasilkan denyut jantung yang lebih kuat. Pada saat itu, volume darah masih dalam jumlah normal dipompa dengan denyutan jantung yang meningkat. Akibat hal tersebut, kadang Ibu hamil sesekali dapat merasakan jantungnya berdebar-debar.

Tindakan Saat Jantung Berdebar Ketika Hamil

Jika ibu mengalami jantung berdebar saat hamil, jangan panik dulu di bawah ini ada ini beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  • Periksa kandungan secara rutin selama kehamilan dan melakukan pemeriksaan antenatal.
  • Banyak istirahat dan dan hindari aktivitas fisik berat.
  • Pantau kenaikan berat badan saat hamil. Terlalu banyak mengalami kenaikan berat badan saat hamil memberi beban pada jantung.
  • Kelola stres dengan baik.
  • Hindari konsumsi alkohol, rokok, kafein serta obatan terlarang.
  • Rutin minum obat sesuai resep dokter, bila perlu.

Tapi bila jantung berdebar saat hamil disertai sesak napas, nadi tidak teratur, pusing, batuk di malam hari, dada sakit, lemas, maka harus segera berkonsultasi ke dokter terdekat.